News  

Markas Pusat TPNPB Putuskan Lepas Pilot Susi Air: Dia Teman Kami

Egianus Kogoya bersama Kapten Philip Mark Mehrtens

PAPUADAILY, TIMIKA – Pilot Susi Air Kapten Philip Mark Mehrtens sudah hampir satu tahun disandera Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap III Ndugama, setelah ditangkap di lapangan terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada 7 Februari 2023 lalu.

Warga negara Selandia Baru itu menjadi tahanan terlama dalam perang Papua Merdeka. Penculikan dan penyanderaan 26 anggota Tim Ekspedisi Lorentz 95 di Mapenduma tahun 1996 hanya berlangsung lima bulan.

Kendati begitu, Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom baru saja memberikan kabar baik. Dia bilang, Markas Pusat TPNPB telah sepakat membebaskan Kapten Philip, meskipun pemerintah Selandia Baru maupun Indonesia tak menindaklanjuti perundingan sebelumnya.

“Ya, kami punya keyakinan dan niat baik untuk membebaskan pilot tersebut,” kata Sebby dikonfirmasi Papuadaily, Kamis (1/2/2024).

Menurut Sebby, tahap awal pertemuan tingkat tinggi dengan delegasi Pemerintah Selandia Baru telah berlangsung pada 5 April 2023 di Port Moresby. Namun, belum ada tindak lanjut atas pertemuan tersebut.

Di samping itu, TPNPB juga telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Indonesia di Jakarta pada bulan Mei 2023. Sebby mengklaim telah mendapat respon jika Presiden Indonesia setuju untuk berunding dengan TPNPB, namun lagi-lagi tidak ada konfirmasi lebih lanjut.

“Jadi menurut kami Pemerintah Selandia Baru dan Pemerintah Indonesia sama-sama tidak mampu untuk berbicara dengan kami tentang pembebasan Pilot Kiwi, dan mereka tidak memahami kemanusiaan, karena demi kemanusiaan kami harus berbicara untuk membebaskan Pilot Selandia Baru,” kata Sebby.

Manajemen Markas TPNPB akhirnya sepakat untuk melepaskan pilot Selandia Baru dengan beberapa pertimbangan. Bahwa Philip Mark Mehrtens adalah pilot dari negara tetangga West Papua.

“Dan sebagian besar warga Australia dan Selandia Baru adalah pendukung Papua merdeka. Dan kami juga menahannya bukan sebagai musuh, melainkan sebagai teman yang tinggal bersama pasukan TPNPB di wilayah Ndugama, Papua,” ujar Sebby.

Atasnama Pimpinan Markas Pusat TPNPB, Sebby menyebut telah mengirimkan pesan kepada Panglima Kodap III TPNPB Ndugama Egianus Kogoya dan pasukannya agar Philip segera dilepas. Pesan itu disertai audio yang dikirimkan sejak 5 Juni 2023.

“Kami sampaikan apresiasi kepada Panglima TPNPB Ndugama, Brigadir Jenderal Egianus Kogeya dalam hal ini. Dan TPNPB Ndugama disegani dunia saat ini,” ujar Sebby.