Timika, Papuadaily – Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Pendapatan Daerah Kabupaten Mimika Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) resmi ditutup oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, Senin (18/5/2026).
Dalam arahannya, Bupati Johannes menekankan pentingnya perubahan pola kerja, inovasi, serta kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai kunci memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan meningkatkan kemandirian fiskal Kabupaten Mimika.
Menurutnya, selama ini masih terdapat kecenderungan sebagian OPD hanya berfokus pada pencapaian target yang telah ditetapkan tanpa menghadirkan terobosan baru untuk menggali sumber-sumber pendapatan potensial.
“Melalui forum ini kita duduk bersama untuk berdiskusi dan saling memberi masukan, agar ke depan setiap OPD mampu menghadirkan inovasi, baik dalam peningkatan retribusi maupun menciptakan sumber-sumber pendapatan baru yang potensial,” ujar Johannes.
Ia mengapresiasi seluruh paparan yang disampaikan masing-masing OPD selama pelaksanaan Rakorsus. Namun, ia mengingatkan agar seluruh rencana dan gagasan yang telah dirumuskan tidak berhenti sebagai dokumen administratif semata.
“Semua yang sudah direncanakan harus diimplementasikan secara nyata. Perubahan pola kerja menjadi keharusan, dan pelaksanaan program harus sampai ke tingkat bawah,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Johannes juga menyoroti masih rendahnya kontribusi retribusi terhadap PAD Kabupaten Mimika. Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk melihat potensi peningkatan pendapatan secara lebih luas melalui penguatan sektor pelayanan publik.
Menurutnya, sektor kesehatan, pariwisata, dan olahraga memiliki efek berganda (multiplier effect) yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekalipun tidak menghasilkan pendapatan secara langsung.
“Jika pelayanan kita baik, orang akan datang ke Mimika. Dari situ akan berdampak pada peningkatan hunian hotel, konsumsi di restoran, hingga aktivitas hiburan yang pada akhirnya meningkatkan pajak daerah,” jelasnya.
Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antar-OPD agar seluruh program dan kebijakan yang telah direncanakan dapat diwujudkan secara konkret. Ia meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) untuk lebih aktif menyusun kebijakan yang terukur dan berbasis kajian.
Selain itu, Johannes menaruh perhatian khusus terhadap pelayanan perizinan, terutama proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih banyaknya permohonan yang belum terselesaikan.
“Masih ada sekitar 800 permohonan yang belum diverifikasi. Ini harus segera dicarikan solusi. Kita perlu rapat khusus untuk mempercepat proses ini karena sangat berpengaruh terhadap investasi dan pendapatan daerah,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa berbagai masukan yang disampaikan Wakil Bupati, DPRK, Sekretaris Daerah, maupun peserta Rakorsus harus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan pemerintahan ke depan.
Ia kembali mengingatkan bahwa tujuan utama pembangunan daerah bukan semata-mata meningkatkan pendapatan, melainkan mewujudkan Kabupaten Mimika yang sehat, cerdas, aman, dan sejahtera.
“Kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Di sektor kesehatan, Johannes mendorong peningkatan kualitas pelayanan melalui pengadaan berbagai fasilitas pendukung, termasuk alat kesehatan modern seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI), guna memaksimalkan pelayanan yang telah ditopang oleh infrastruktur rumah sakit yang memadai.
Sementara itu, pada sektor pariwisata, ia meminta agar dokumen Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPDA) segera ditindaklanjuti dan diintegrasikan dengan program dinas terkait sehingga mampu menghasilkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Menutup kegiatan Rakorsus, Johannes menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pembahasan secara intensif sejak pagi hingga malam hari.
“Semangat ini harus terus dijaga dalam pelaksanaan tugas ke depan,” pungkasnya.
Rakorsus Pendapatan Daerah 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, mempercepat implementasi program, serta mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu meningkatkan PAD dan mempercepat pembangunan Kabupaten Mimika.






