News  

Ganjil-Genap Pertalite Diterapkan di Mimika, Antrean SPBU Lebih Tertib

Papuadaily/Crystal

TIMIKA, Papuadaily – Sistem ganjil-genap untuk pembelian BBM jenis Pertalite mulai diterapkan di sejumlah SPBU di Kabupaten Mimika, Senin (7/9/2026).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan penerapan perdana tersebut berjalan cukup tertib. Antrean kendaraan di SPBU SP2 juga disebut tidak sepanjang biasanya.

banner 325x300

“Sudah mulai. Tadi saya baru lihat dari SPBU-SP2, sudah mulai dan saya lihat cukup tertib. Artinya antrean mobil untuk Pertalite tidak sebanyak seperti biasanya,” ujar Sabelina.

Menurutnya, pemerintah akan melakukan evaluasi selama satu minggu untuk melihat efektivitas penerapan sistem tersebut di lapangan.

“Semoga ke depan kita lihat, kita evaluasi dalam seminggu ini. Mudah-mudahan semuanya lancar,” katanya.

Sementara itu, untuk BBM jenis Biosolar, penerapan sistem ganjil-genap tetap berjalan seperti sebelumnya.

“Biosolar tetap aja. Jadi dia tetap, artinya tetap ganjil-genapnya tetap. Dan saya lihat juga sudah cukup bagus,” jelas Sabelina.

Terkait sempat terjadi keterlambatan pelayanan Biosolar di SPBU SP2, Sabelina menjelaskan kondisi tersebut bukan disebabkan kekurangan stok BBM, melainkan adanya miskomunikasi dan kendala teknis pada peralatan yang berdampak terhadap proses dropping.

“Kalaupun kemarin mungkin sempat lihat ada keterlambatan sedikit di SP2, itu memang karena ada miskomunikasi dan juga memang ada peralatan, ada masalah teknis, sehingga ada keterlambatan pada waktu dropping,” jelasnya.

Ia memastikan ketersediaan Biosolar masih mencukupi dengan stok sekitar 16 kiloliter (KL).

“Kalau secara BBM-nya sendiri, solarnya sendiri tercukupi, 16 KL,” ujarnya.

Namun, dalam penerapan di lapangan, sejumlah pengemudi menyampaikan keluhan agar pelayanan BBM tidak hanya difokuskan di SPBU SP2. Aspirasi tersebut, kata Sabelina, akan menjadi bahan evaluasi pemerintah.

“Oh iya, nanti tetap kita akan evaluasi seperti apa,” katanya.

Ia menjelaskan, apabila kendaraan tidak mendapatkan pelayanan di SPBU SP2, pengemudi masih dapat diarahkan ke SPBU Nawaripi.

“Kalaupun dia misalnya kehabisan di posisi di SP2, dia akan tetap lari di Nawarifi (Nawaripi),” ujarnya.

Sabelina menambahkan, sebelum penerapan resmi dilakukan, pemerintah telah melakukan sosialisasi selama sekitar satu minggu kepada masyarakat dan pengemudi.

Pada hari pertama penerapan, sebagian besar pengemudi dinilai sudah memahami aturan tersebut. Meski demikian, masih ditemukan sekitar delapan kendaraan dengan nomor polisi genap yang masuk ke antrean.

“Hari ini penerapan. Tadi sempat sebelum apel saya lihat di SP2, antrean sudah tidak terlalu panjang dan mereka sudah paham. Memang ada sekitar delapan mobil yang genap masuk, tetapi mereka alasannya ada yang lupa,” ungkapnya.

Kendaraan tersebut kemudian diarahkan keluar dari antrean oleh petugas SPBU maupun personel dinas yang melakukan pemantauan di lapangan.

“Mereka sudah langsung minggir, langsung diarahkan baik operator ataupun teman-teman dari dinas yang memang mobile. Jadi kita arahkan untuk mereka keluar dari barisan yang genap-genap,” pungkas Sabelina.

Penulis: CrystalEditor: Sevianto