News  

Asap di Timika Mulai Berkurang, 49 Titik Panas Berisiko Tinggi Masih Terdeteksi di Merauke

Timika, Papuadaily – Kondisi asap di wilayah Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mulai membaik seiring datangnya hujan secara bertahap pada November 2026.

Meski demikian, masyarakat masih perlu mewaspadai potensi kiriman asap dari wilayah Merauke, Papua Selatan, yang hingga kini masih memiliki titik panas berisiko tinggi.

Berdasarkan pemantauan terakhir, terdapat 49 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Merauke. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mencapai ratusan hingga ribuan titik.

Forecaster BMKG Mozes Kilangin Mimika, Calvin Army menjelaskan, kondisi asap di Timika saat ini tergolong normal, meskipun belum sepenuhnya hilang.

“Asap itu belum sepenuhnya hilang. Terutama pada dini hari masih kadang terasa,” jelasnya saat diwawancarai, Kamis (5/11/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi fenomena lapisan inversi atmosfer. Pada malam hingga dini hari, lapisan udara cenderung menahan asap di dekat permukaan sehingga kabut atau asap lebih mudah terlihat.

Sebaliknya, ketika matahari mulai terbit dan suhu meningkat, lapisan udara mengembang sehingga asap menyebar lebih jauh dan tidak lagi terkonsentrasi di satu lokasi.

Hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah juga membantu mengurangi konsentrasi asap. Namun, hujan belum bisa menghilangkan seluruh asap selama sumber kebakaran masih ada.

Menurutnya, asap dari Merauke diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 12 hingga 40 jam untuk mencapai Timika. Karena itu, meskipun kondisi di Timika sempat membaik setelah hujan, asap masih berpotensi kembali masuk apabila kebakaran di daerah sumber belum tertangani.

“Kalau ditanya berkurang atau tidak, jelas berkurang. Tapi kalau ditanya menghilangkan atau tidak, tidak akan hilang. Karena sumbernya masih ada,” ujarnya.

Puncak Hujan Desember

Calvin Army memperkirakan musim hujan di sejumlah wilayah mulai berlangsung secara bertahap pada November 2026. Sementara pada Desember mendatang, sebagian wilayah diperkirakan sudah memasuki musim penghujan.

Kondisi ini membuat suhu udara yang dirasakan masyarakat masih relatif tinggi karena belum seluruh wilayah memasuki musim hujan.

Meski masyarakat merasakan udara lebih gerah pada siang hari, BMKG menyebut suhu di Timika masih berada dalam kondisi normal.

Suhu harian diperkirakan berkisar 31 hingga 32 derajat Celsius, terutama pada tengah hari sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIT. Hingga saat ini belum terdeteksi suhu panas ekstrem di wilayah tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa hujan disertai petir yang terjadi belakangan ini masih tergolong kondisi normal. Hal tersebut dipengaruhi karakteristik topografi Timika yang mendukung pertumbuhan awan hujan dan awan petir.

Untuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebih sering, antara lain Tembagapura, Kuala Kencana, Jila, dan Agimuga. Wilayah-wilayah tersebut umumnya memiliki potensi hujan sedang hingga lebat karena pertumbuhan awan banyak bergerak ke arah pegunungan.

Papua Tengah Relatif Rendah Potensi Titik Panas

Sementara itu, berdasarkan pemantauan BMKG, potensi titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Papua Tengah relatif rendah.

Sejak awal pemantauan, tidak ditemukan titik panas kategori tinggi di Papua Tengah. Adapun titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang jumlahnya relatif sedikit, sekitar tiga hingga empat titik.

Calvin Army menyebut potensi asap dari wilayah Nabire juga tidak mengarah ke Timika berdasarkan pola pergerakan asap yang diamati.

Sebagian besar potensi sumber asap yang memengaruhi kondisi Timika berasal dari wilayah Merauke.

Terkait fenomena El Nino, ia menjelaskan Papua memiliki karakteristik musim tersendiri yang dipengaruhi kondisi geografis dan topografi. Pada kondisi El Nino dengan intensitas biasa, wilayah Papua umumnya masih dapat mengalami hujan.

Namun, El Nino dengan intensitas sangat kuat seperti yang terjadi saat ini dapat memberikan pengaruh lebih besar terhadap kondisi cuaca di Papua.

Dengan mulai meningkatnya peluang hujan pada November dan Desember, masyarakat diharapkan tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama terkait potensi hujan lebat, petir, dan kondisi asap yang masih mungkin terjadi.