Papua  

Pertemuan Masyarakat dengan YPMAK dan Freeport Diwarnai Ketegangan

Papuadaily.com – Pertemuan tim perwakilan tujuh suku di Mimika, dengan Direktur YPMAK dan PT Freeport Indonesia, diwarnai ketegangan.

Suasana pertemuan di Swiss Belinn Hotel, Timika, Rabu 17 April 2024, sempat memanas ketika para pihak terlibat adu argumentasi.

Namun, Dokumen aspirasi masyarakat akhirnya diserahkan kepada Direktur YPMAK, Vebian Magal.

Dengan begitu, rencana aksi demonstrasi dan penyegelan kantor YPMAK ditunda, sembari menunggu jawaban dari manajemen Freeport.

Aspirasi itu antaralain meminta agar pengelolaan dana kemitraan satu persen, dikembalikan kepada masyarakat penerima manfaat.

Kemudian, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap YPMAK. Masyarakat minta manajemen Freeport tidak menginterfensi pengelolaan dana satu persen tersebut. Sebab, dana satu persen murni merupakan hak masyarakat sekitar tambang.

Mereka juga minta manajemen Freeport tidak pilih kasih, hingga menciptakan kubu-kubuan, yang dapat memicu konflik di antara kelompok masyarakat itu sendiri.